Postingan

Ternyata Saya Tidak Baik-baik Saja

Gambar
Masih perihal kondisi diri pasca kepergian mamah. Sejujurnya belakangan saya kerap mengatakan pada semua orang bahwa saya baik-baik saja, tapi nyatanya tidak demikian.  Saya baru menyadari belakangan bahwa sejak kepergian mamah saya kerap kali sakit. Hampir setiap bulan ada saja yang saya rasakan. Bahkan saat menulis ini pun saya sedang demam.  Dulu saya orang yang jaraaang banget pergi ke dokter. Kalaupun sakit ya tunggu sembuh sendiri, sedangkan sekarang hampir tiap bulan saya ke dokter karena ada saja sakit yang saya derita. Bahkan sampai saat ini suara saya serak sudah hampir tiga bulan, sudah beberapa kali ke dokter. Bahkan ke spesialis yang bukannya sembuh yang ada sakit yang saya rasakan makin parah.  Saya merasa sudah menerima kepergian mamah, saya merasa sudah biasa saja dengan kehidupan tanpa mamah walau kerap tersiksa rindu. Tapi rupanya tubuh saya mengatakan yang sebaliknya. Dia masih berduka karena kepergian mamah.  Tubuh yang diperlakukan dengan lembut sejak b

Fondasi Tahap Dua

Gambar
 Siapa nyana untuk serius ngeblog tidak bisa asal menulis saja. Selain niat yang jelas, kita juga perlu berbagai macam hal, pertimbangan, waktu dan fondasi yang utuh untuk membuat blog kita bisa seperti yang kita harapkan. Kenalan sama User Persona   dan Empati Masih tentang kelas blog yang saya ikuti bersama Blogpedia yang diinisiasi  Marita Ningtyas , materi selanjutnya mengenalkan kita pada  istilah yang baru saya ketahui, user persona. Usersona sendiri, sependek yang saya pahami berdasarkan materi yang diterima adalah karakter yang dibuat untuk menggambarkan target pembaca blog kita. Penggambaran ini bisa dibentuk sesuai gambaran yang kita inginkan. Setelah menentukan user persona , maka terget pembaca dan jenis tulisan yang dibuat akan disesuaikan dengan kebutuhan para pembaca. Tentunya banyak dari blogger termasuk saya sendiri yang ingin blognya bermanfaat bagi banyak orang.  Dengan alasan tersebut, saya merasa, user persona ini adalah fondasi lanjutan agar blog yang dibuat semak

Kak Mia My Ghibah Partner

Gambar
Siapa yang suka ghibah? hayoo ngaku! Nggak semua ghibah buruk lho, ada juga ghibah berfaedah seperti ghibahin buku lalu berlanjut membahas segala sesuatu terkait buku tersebut. Atau ghibahin komunitas buku yang diikuti bersama, baik programnya, kelakuan ajaib membernya. Eh ... Mari Berghibah Awal Mula  Saya berkenalan dengan Kak Mia melalui sebuah komunitas yang berkaitan dengan buku, yaitu OWOB sebuah komunitas yang mengajak membernya untuk membaca satu buku per minggu.. Kalau penasaran, bisa banget kepoin instagramnya  @gerakan_1week1book  . Bermula saling sapa di grup dan kesamaan profesi, menjadikan kami cukup sering berinteraksi. Terlebih pada saat saya mengundurkan diri sebagai admin komunitas tersebut, Kak Mia menggantikan tugas saya.  Dan selain Komunitas tersebut, ada beberapa komunitas yang kami ikuti bersama, sehingga semakin banyaklah bahan ghibahan saya dan Kak Mia, termasuk Kelas Blogspedia ini, hehe. Berikut tulisan Kak Mia mengenai OWOB,  Kenalan Dengan OWOB Kak Mia dan

Tentang Saya, Blog dan Manajemen Waktu

Gambar
Kenapa Saya Ngeblog? Tugas dan Alasan Saat ini, saya tengah mengikuti sebuah kelas mengenai blog yaitu Blogspedia yang diinisiasi oleh Mbak Marita Ningtyas, pemilik blog  Marita's Palace . Pada tugas pertama kelas ini, peserta diajak untuk menemukan alasan pribadi kenapa kami semua memilih ngeblog? Ruang Healing Untuk diri saya pribadi, yang menjadi alasan saya menulis di blog lagi adalah sebagai sarana healing , sebagai catatan perjalanan saya paska kepergian mamah. Dalam jangka panjang, setelah tidak lagi berkisah tentang perjalanan kehilangan, saya berencana agar blog itu menjadi sebuah rumah yang bermanfaat bagi banyak orang, walau sejujurnya, saya belum tahu, akan seperti apa dan diisi apa blog tersebut nantinya, tapi saya ingin diri saya pribadi, blog saya dan kepergian mamah, berdampak bagi banyak orang in positif way . Semoga tak hanya semoga. Impian Di sudut lain pikiran saya, saya ingin LiteraVy menjadi sebuah brand, entah brand apa, lagi-lagi saya belum menentukan dengan

Saya Ingin Menikah

Gambar
Dari waktu ke waktu, alhamdulillah saya semakin stabil. Walau rindu tak pernah usai, walau tetap ada malam-malam merasa sepi dan membutuhkan mamah, tapi setidaknya intensitas saya menangis dan berpikir negatif semakin jarang. Saya semakin terbiasa menjalani hari tanpa mamah. Semoga saya bisa secepatnya menuntaskan hal-hal yang berkaitan dengan mamah. Sejak mamah pergi dan menjalani hidup sendiri ada banyak momen kesendirian yang membuat saya merasa sepi dan hampa. Di saat seperti itu, saya berpikir saya membutuhkan pendamping. Selayaknya manusia normal, keinginan menikah sudah ada sejak bertahun silam, hanya saja kepergian mamah menguatkan keinginan tersebut. Sendirian hidup di rantau, kehilangan satu-satunya hal yang membuat nyaman, jauh dari yang disebut sanak saudara dan tidak ada tempat bertumpu. Tidak mudah.  Sekalipun usia saya sudah menginjak kepala tiga, tetapi tidak lantas menjadikan semuanya mudah. Ada banyak malam sendiran yang terasa sepi dan sesak tanpa tempat berbagi. Ten

Pengalaman Konsultasi Online dengan Psikolog (Part 2)

Gambar
Selepas pengalaman yang kurang nyaman kala pertama kali konsultasi dengan psikolog, tidak lantas membuat saya kapok. Berkaca dari pengalaman beberapa teman dan influencer yang saya ikuti bahwa tidak mudah menemukan psikolog yang cocok, maka saya hanya merasa bahwa pencarian saya belum selesai. Seminggu selepas kepergian mamah, saya merasa saya butuh untuk  berkonsultasi dengan psikolog selain karena saya hidup sendiri selepas kepergian mamah, tidak ada sanak saudara yang dekat dan orang yang bisa saya jadikan pegangan, juga karena pikiran dan perasaan saya kala itu ingin segera menyusul mamah. Saya merasa tidak ada gunanya saya hidup tanpa mamah, saya kehilangan dunia saya, saya kehilangan pegangan saya, saya tidak tahu harus apa dan bagaimana. Saya sudah bersikap seperti robot, menjalani hari-hari saya tanpa pemikiran dan harapan apapun, hanya sebatas menjalani dan berharap kematian segera menjemput. Saya sadar ini salah, saya sadar saya butuh pertolongan, saya sadar saya tidak sangg

Pengalaman Konsultasi Online dengan Psikolog (Part 1)

Jika sebelumnya saya lebih banyak bercerita entang perjalanan saya selepas kepergian mamah, maka di tulisan kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya berkonsultasi dengan psikolog di masa silam. Yang pada tulisan selanjutnya akan saya ceritakan tentang peran psikolog yang membantu saya untuk pulih selepas kepergian mamah. Cerita ini masih flashback, menceritakan pengalaman lama yang cukup membekas untuk saya.  Mental health belakangan menjadi isu yang marak dibahas dimana-mana. Sisi positifnya orang menjadi aware dengan berbagai permasalahan terkait mental health, sisi negatifnya orang sering salah kaprah mendiagnosis diri sendiri dan mental health kini kerap dijadikan alasan atau pembenaran bagi kebiasaan buruk seseorang. Seperti yang baru-baru ini heboh tentang curhatan mahasiswa yang mengaku mental healthnya terganggu dengan banyaknya tugas perkuliahan yang dia terima, padahal sejatinya kuliah dan dan seluruh aspeknya termasuk tugas yang berjibun merupakan bagian dari proses da